Page 367 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 367
346 Membayangkan Koperasi dalam Waktu Dekat
Sistem koperasi secara konsepnya memang bisa jadi pola yang
tepat dan sehat bagi ekosistem seni rupa di Bandung. Rakarsa yang
telanjur menetapkan diri sebagai organisasi koperasi masih memiliki
waktu untuk berbenah dan menyesuaikan diri. Butuh pembelajaran
dan sosialisasi yang memadai mengenai kerja koperasi, baik oleh
pengurus maupun para anggotanya. Sistem koperasi yang di atas
Untuk dibaca bersama
kertas sarat demokrasi membutuhkan lebih banyak keterlibatan
anggota. Hal ini mungkin menjadi salah satu aspek yang cukup rumit,
mengingat karakter berkegiatan di Bandung yang cenderung bersifat
individual. Walaupun begitu, mau tidak mau, usaha menampung
aspirasi anggota adalah bentuk komitmen sebagai sebuah organisasi.
Usaha mengumpulkan aspirasi anggota dapat dilakukan dengan
meningkatkan intensitas rapat anggota, baik melalui forum langsung
maupun daring. Aspirasi dari anggota terhadap kinerja koperasi
sangatlah penting bagi organisasi, mengingat keberadaan koperasi
semata-mata untuk kesejahteraan anggotanya. Melalui pertukaran
aspirasi ini, kiranya koperasi akan memiliki bayangan yang lebih jelas
mengenai bagaimana cara merumuskan program, bahkan dalam skala
yang kecil tetapi dapat memenuhi, yaitu: (1) mengakomodasi ragam
keahlian anggota; (2) mendatangkan profit dan manfaat dengan
parameter yang jelas, dan (3) berkelanjutan.
Persoalan kebutuhan ruang yang memadai adalah persoalan vital, dan
baiknya menjadi satu agenda utama untuk melihat koperasi sebagai
usaha pemberdayaan. Menurut penulis, setidaknya bagi anggota yang
berkarier sebagai seniman dan kurator, ruang yang memadai akan
sangat bermanfaat dan dapat dikembangkan oleh anggota-anggota
tersebut. Ruang yang memadai adalah ruang yang bisa menjadi
tempat perjumpaan, berpameran, berkarya, dan berniaga bagi para
anggota dan juga individu-individu yang tergabung dalam ekosistem.
Evaluasi Prematur: Koperasi Sebagai Model Kerja Kolektif di Bandung

