Page 368 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 368

Dengan adanya ruang tersebut, setidaknya Rakarsa mampu membuat
              ekosistem kecil yang dapat mengakomodasi dan memutar rantai     347
              kapital yang dimiliki koperasi demi membuka berbagai kemungkinan
              dan mendorong potensi para anggota. Dengan adanya ruang fisik
              pula, koperasi Rakarsa mampu menunjukkan kinerja dan dampaknya,
              menjauhkan dari asumsi dan prasangka yang mengawang-ngawang
              terhadap ide dari kerja koperasi. Bagaimanapun, koperasi Rakarsa
               Untuk dibaca bersama
              berada di lingkungan orang-orang yang bekerja di bidang rupa.
              Fisikalitas adalah sebuah keharusan.


              Sebagai penutup, penulis memiliki harapan agar Rakarsa lebih
              memperjelas strateginya ketika menempatkan dirinya dalam
              konstelasi medan seni rupa Bandung. Apabila hanya berangkat dari
              mengadanya badan hukum sebagai stimulus pola kerja, Rakarsa
              baru saja menemukan kendaraannya, sebab keberadaan badan
              hukum saja tidak cukup untuk menjelaskan raison d’être sebuah
              kolektif. Penulis hanya dapat berasumsi bahwa dorongan pemilihan
              badan hukum koperasi adalah usaha membangun konteks ekonomi
              dari sebuah kolektivitas, namun hal ini juga harus dapat dikaitkan
              dengan kebutuhan aktual dari para pelaku seni rupa di Bandung.
              Format koperasi di atas kertas cukup menjanjikan sebagai alternatif
              pengelolaan kegiatan kolektif karena mampu mengubah etos kerja,
              kinerja, dan mungkin akan menumbuhkan budaya baru berkolektif
              di Bandung. Ketika koperasi Rakarsa sudah mampu menceritakan
              raison d’être-nya dengan jelas dan mencerminkannya dalam program-
              program, sekecil apa pun itu, mungkin akan lebih banyak anggota yang
              siap melakukan leap of faith bersama.




              Bandung, 2020










                                                        Azizi Al Majid & Endira F. Julianda
   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373