Page 5 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 5
Sekapur Sirih
iv
IXER adalah inisiatif penelitian untuk mengumpulkan
dan mengarsipkan pengetahuan tentang model kerja
dan strategi keberlanjutan kolektif seni di Indonesia.
F Inisiatif ini dimulai pada 2010, ketika North Art Space,
Jakarta, memprakarsai penelitian dan pameran “Ruang Alternatif
Untuk dibaca bersama
& Kelompok Seni di Indonesia” yang kemudian dikenal sebagai
FIXER. Pembacaan pada 2010 melibatkan 21 kelompok seni dan
ruang alternatif yang tumbuh di beberapa kota di Indonesia
antara 2000-2010. Pameran FIXER pertama dikuratori oleh Ade
Darmawan dan Rifky Effendi, serta periset, Mirwan Andan.
Hampir satu dasawarsa kemudian, muncul keinginan untuk
meneruskan kerja pencatatan berkelanjutan atas dinamika
kolektif seni di Indonesia. Penelitian FIXER pun dilanjutkan oleh
Gudskul Ekosistem sebagai usaha untuk memetakan dan membaca
kembali berbagai perkembangan kolektif seni selama sepuluh
tahun terakhir, terutama dalam konteks strategi keberlanjutan
serta gagasan dan praktik artistik kolektif seni dari berbagai
generasi dan wilayah. Berbasis penelitian yang sudah dilakukan
sebelumnya, survei FIXER kali ini mencakup keberadaan 59
kolektif seni yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia.
Keinginan untuk mencatat dinamika kolektif seni di Indonesia
didorong oleh fenomena pertumbuhannya, yang menjadi semakin
signifikan dalam perkembangan ekosistem seni rupa di Indonesia
dalam sebelas tahun terakhir. Hal tersebut ditandai dengan
munculnya berbagai kolektif yang memiliki praktik artistik beragam—
sebagian di antara mereka mendapat pengakuan publik seni rupa
internasional. Pertumbuhan kolektif seni di berbagai daerah di
Indonesia mendorong lahirnya berbagai peristiwa dan inisiatif
berkesenian yang selama ini tidak terfasilitasi oleh negara. Menyitir
catatan Ade Darmawan dalam katalog FIXER 2010, kemunculan
kolektif atau kelompok seniman tersebut perlu dilihat sebagai,
Sekapur Sirih

