Page 6 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 6
“usaha menanggapi perubahan masyarakat, demi perkembangan v
gagasan praktik seni rupa yang relevan dan terlibat langsung dengan
kenyataan sosial yang terjadi di masyarakatnya.” 1
Atas dasar itu, kami meyakini diperlukannya sebuah survei
berkesinambungan untuk mencatat berbagai perkembangan atas
praktik kolektif-kolektif seni tersebut. Namun, dalam penelitian
Untuk dibaca bersama
kali ini kami tidak ingin berhenti pada pencatatan saja; ada sebuah
kemauan untuk memperluas inisiatif riset ini menjadi sebuah wadah
bersama yang kelak dapat menjadi jembatan bagi kolektif, organisasi
dan ruang alternatif di Indonesia untuk dapat saling terhubung, saling
mendukung dan berbagi sumber daya.
Signifikansi Kolektif Seni di Indonesia
Dalam sebuah esainya, Sanento Yuliman menulis bahwa ekspresi
kolektif dalam berkesenian memiliki akar budaya yang dalam di
Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh ikatan-ikatan sosial yang
mewarnai kehidupan masyarakat tradisional di Indonesia. Ekspresi
seni kolektif semacam ini masih sangat umum ditemui hingga saat
ini di berbagai komunitas masyarakat di Indonesia. Dalam proses
pembangunan rumah bolon bagi masyarakat Batak, misalnya,
partisipasi kolektif masyarakat desa sangat diperlukan. Sebagian
orang akan sibuk menyusun struktur rumah, sebagian lain bertugas
memasang atap, dan beberapa orang bertugas mengerjakan ukiran
gorga yang rumit di sekeliling fasad rumah. Begitu pula dengan
masyarakat Bali, yang memiliki siklus upacara tak berkesudahan dalam
hidup mereka, seni sebagai ekspresi kolektif telah menjadi kenyataan
sehari-hari dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga seni,
demikian Sanento menulis, ”berintegrasi dengan kehidupan kolektif,
menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup masyarakat.” 2
Meski ekspresi seni kolektif semacam ini masih hidup di tengah
masyarakat, namun pengetahuan mengenai hal tersebut selama
Katalog FIXER: Pameran Ruang Alternatif & Kelompok Seni Rupa di Indonesia, hlm. 9.
1
2 Sanento Yuliman, “Keindonesiaan, Kerakyatan dan Modernisme dalam Kritik Seni Lukis di
Indonesia,” dalam Estetika yang Merabunkan, ed. Danuh Tyas Pradipta, Hendro Wiyanto, Puja Anindita
(Jakarta: Penerbit Gang Kabel, 2020).
Tim Peneliti

