Page 63 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 63

42  Meski bisa diartikan sebagai moda pemain melawan lingkungannya,
             PVE tidak harus dimaknai sebagai keberhasilan seorang pemain
             dalam 'mengalahkan' alam atau lingkungan di sekitarnya.
             Keberhasilan di sini tidak berarti menang atau kalah. Pola permainan
             PVE lebih menjaga keberlangsungan permainan tanpa pernah ada
             pihak yang dinyatakan sebagai pemenang. Variabel utama yang
             digunakan untuk mengukur keberhasilan adalah durasi waktu (berapa
               Untuk dibaca bersama
             lama kerja sama berlangsung) dan berapa jumlah para pemain PVE
             yang mampu bertahan.


             Contoh kasus lain mengenai hubungan antara pedagogi dengan
             pola kerja kolektif bisa kita lihat pada kehadiran Sanggar Seni Rupa
             Kontemporer sejak 2018. Kelompok ini bermula dari dua puluh
             mahasiswa Universitas Komputer Indonesia Bandung (UNIKOM,
             Bandung), yang memutuskan berpameran foto. Fenomena ini menarik
             karena UNIKOM tidak memiliki jurusan seni rupa, dan  pengetahuan
             tentang fotografi diperoleh dari kegiatan tambahan, bukan mata
             kuliah pokok jurusan mana pun di universitas ini.


             Sudut pandang dari kelompok ini yang cukup signifikan terhadap
             sistem pedagogi adalah adanya kesadaran akan dua pendekatan
             yang berbeda terhadap seni dan pembelajaran seni: Pendekatan yang
             formal seperti yang diterapkan oleh akademi seni konvensional, dan
             pendekatan natural atau intuitif yang coba diterapkan oleh sanggar ini.
             Pendekatan yang natural berawal dari minat dan ketertarikan peserta
             didik (bukan sebuah silabus atau kurikulum baku) dengan tujuan akhir
             berwujud pameran bersama. Perlu digarisbawahi bahwa tidak ada
             keharusan membuat karya, dan dari dua puluh yang ikut terlibat, dua
             belas peserta bertahan hingga pameran terselenggara.


             Tidak semua dari dua belas orang tersebut menjadi seniman yang
             berpameran. Empat di antara mereka memilih menjadi pengelola dan
             penyelenggara pameran. Pameran menjadi momen perayaan penanda
             berakhirnya proses pembelajaran layaknya wisuda, hanya saja tidak



             Permainan Dunia Seni; Permainan: Antara Realita dan Metafora
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68