Page 65 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 65
44 Di dalam kolektif, posisi ini diisi oleh mereka yang terbiasa membuat
proposal untuk proyek-proyek yang akan datang. Ada pula tim healer
atau tim medis yang siap-siaga apabila kondisi keuangan kolektif
'jatuh sakit' dan memerlukan suntikan pendanaan. Biasanya, mereka
terhubung dengan jejaring sumber pendanaan, seperti dokter yang
terhubung dengan jejaring klinik dan rumah sakit.
Untuk dibaca bersama
Tentunya tidak ketinggalan tulang punggung dari setiap menara
jaga, yaitu pasukan pengamanan yang akan terjun ke lapangan untuk
mempertahankan kota. Dibekali dengan peralatan, kemampuan
logistik dan formasi, pasukan inilah yang akan bergerak sebagai
kelompok untuk merealisasikan program-program dan kegiatan
kolektif. Dalam mempertahankan keberlangsungan, mereka inilah
yang berdiri di garis paling depan dan mereka pula yang pertama-tama
terkena hantaman dari luar kelompok.
Mempertimbangkan pemilihan antara permainan PVP dan PVE adalah
ilusi karena sesungguhnya meski PVP adalah pilihan, PVE adalah
keharusan. Kita bisa analogikan hal ini dengan para gladiator dan
petarung di arena, yang harus menghentikan pertandingan jika kota
tempat mereka bertanding mendadak diserang oleh pihak luar yang
kuat. Mau tidak mau, para petarung arena harus ikut mempertahankan
kota jika ingin bisa terus bertanding. Di dalam permainan dunia seni,
semua pemain bisa saja memilih tidak ikut memainkan PVP, namun
semua pemain harus ikut serta memainkan PVE.
Sistem pedagogi di akademi seni yang konvensional tampaknya lebih
mengedepankan kesuksesan para pemain di arena PVP daripada PVE.
Sistem seperti ini berupaya mengasah keahlian peserta didik dengan
harapan bahwa keahlian seseorang akan berbanding lurus dengan
kesuksesan dan kemampuannya bertahan di dunia seni. Kesuksesan
semacam ini memang mudah diperkirakan dalam rentang waktu
yang pendek, namun sayangnya tidak dengan rentang waktu yang
panjang. Jika kita mempertimbangkan rentang waktu yang melebihi
Permainan Dunia Seni; Permainan: Antara Realita dan Metafora

