Page 187 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 187

Pendapatan Alternatif Melalui Media Sosial
         166











               Untuk dibaca bersama























             Media sosial memiliki porsi yang signifikan bagi kolektif, kelompok
             seni dan ruang alternatif. Selain untuk mengkomunikasikan gagasan
             dan kegiatan-kegiatan mereka, media sosial juga berfungsi sebagai
             etalase produk yang mereka hasilkan dan jual sebagai bentuk model
             ekonomi mandiri yang mereka kembangkan sebagaimana yang
             dilakukan oleh Sinau Art, Lakoat.Kujawas, Jatiwangi art Factory,
             Omuniuum dan Ruang MES 56. Beberapa kolektif dan ruang alternatif
             yang memiliki usaha makanan juga melihat media sosial sebagai kanal
             untuk mempromosikan diri, seperti yang dilakukan oleh Rumah Mesra,
             Sandwich Attack, BERGERAK.ETC dan Kedutaan Besar Bekasi. Selain itu,
             Waft Lab di Surabaya juga menggunakan media sosial untuk memajang
             portofolio usaha jasa pembuatan instalasi seni media yang mereka
             kembangkan. Dari Jakarta, Gudskul Ekosistem menggunakan media
             sosial untuk menjaring orang-orang yang berminat mengikuti studi
             kolektif, short course atau lokakarya yang mereka selenggarakan.




             Menggaru Tanah, Menyebar Benih: Sebaran Geografis Kolektif Seni di Indonesia 2010–2020
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192