Page 188 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 188

Dengan mengadopsi gagasan praktik kolektif seni yang sudah lebih
              dulu ada, kolektif-kolektif seni yang baru dibentuk ini kemudian   167
              menjadi penunjang bagi ekosistem seni lokal yang sedang tumbuh.
              Sehingga, sebuah kolektif juga dapat dilihat sebagai sebuah
              infrastruktur independen yang mengandalkan kerja-kerja mereka
              berdasar jejaring sumber daya yang dimiliki, tanpa harus bergantung
              pada infrastruktur atau otoritas yang lebih dahulu ada. Meski tumbuh
               Untuk dibaca bersama
              sebagai sebuah entitas independen, namun kolektif yang tumbuh di
              berbagai kota ini sebetulnya juga terhubung satu dengan lainnya.
              Melalui penelitian ini dapat dipetakan bahwa hampir seluruh kolektif
              yang ada di Indonesia terhubung dalam sebuah jejaring raksasa, baik
              secara langsung maupun tidak langsung.

              Dalam survei yang dibuat oleh FIXER dan ditanggapi oleh 53 kolektif
              seni di Indonesia, terdapat sebuah bagian di mana setiap kolektif
              seni diminta menyebutkan berbagai kolektif lain yang terhubung
              dengan kolektif mereka. Melalui jawaban yang tersedia kemudian
              dibuatlah analisis jaringan sosial (social network analysis) yang dapat
              memberikan gambaran peta keterhubungan antarkolektif di Indonesia.
              Sebagian besar kolektif seni mengungkap bahwa mereka terhubung
              dengan kolektif seni lain terutama karena kesamaan gagasan atau
              praktik artistik. Kolektif seni yang memiliki perhatian pada aktivitas
              seni berbasis masyarakat, misalnya, akan lebih mudah terhubung
              dengan kolektif lain yang memiliki kecenderungan serupa. Begitu juga
              dengan kolektif seni jalanan yang cenderung memiliki jejaring dalam
              bidang yang sama. Keterhubungan berbasis kesamaan gagasan dan
              praktik semacam ini dapat diasumsikan sebagai sebuah strategi untuk
              berbagi pengetahuan dan sumber daya di antara lingkaran tersebut.
              Melalui lingkaran sosial yang terbentuk, setiap kolektif, komunitas
              seni atau ruang alternatif dapat saling mendukung dan membangun
              kemandirian pada ekosistem yang mereka ciptakan sendiri.








                                                                  Ayos Purwoaji
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193