Page 231 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 231

210  Kerja-kerja semacam menulis persoalan sekitar dari sudut pandang
             ‘orang biasa’ memang tidak lumrah kala itu di Lombok Utara.
             Karena tinggal di daerah baru dan kecil, serta karena pengaruh
             media, masyarakat kami terbiasa melihat dan membicarakan
             persoalan besar. Alih-alih membicarakan problem sekitar, kami
             lebih senang membicarakan politik nasional, gosip selebritis, dan
             persoalan yang jauh dari realitas kami. Tidak heran, orang-orang
               Untuk dibaca bersama
             di sekitar kami bertanya-tanya saat kami menemui para tetangga
             untuk membicarakan persoalan mereka, dan kemudian menulis
             dan menerbitkannya. Pun demikian ketika saya membahas isu kali
             (sungai) di dekat rumah saya, yang sangat kotor, bau, dan penuh
             sampah. Demikian juga ketika kami mengangkat persoalan cidomo
             (delman), yang menurut kami memiliki ragam persoalan yang penting
             untuk dicarikan solusinya bersama. Agar persoalan yang kami tuliskan
             bisa dibaca oleh masyarakat sekitar, kami aktif menerbitkan buletin
             mingguan berisi tulisan anggota Pasirputih. Buletin tersebut kami
             sebar di pasar, di gang-gang, dan tempat ramai sembari meyakini
             bahwa suatu saat nanti kegelisahan kami bisa menjadi kegelisahan
             bersama, dan masyarakat Pemenang akan bergerak bersama demi
             menemukan solusinya.


             Dalam tahun-tahun pertama, sebenarnya kami sempat mengalami
             goncangan psikis yang cukup kuat akibat benturan antara realitas
             dan mimpi. Andai saja tidak ada sumbang pikir dan motivasi dari
             kawan-kawan, dan andai kepercayaan yang kami pegang tak cukup
             kuat, mungkin Pasirputih sudah tidak ada. Maka, saya pribadi sering
             sekali menyebut kondisi ini sebagai ‘kutukan’ anugrah (mungkin
             maksudnya, berkat terselubung, ya?). Di satu sisi, berdirinya
             Pasirputih membawa angin dan harapan baru bagi Pemenang, namun
             di sisi lain, kepercayaan yang kami pegang seperti menempatkan kami
             pada ruang keterasingan tersendiri.

             Meski demikian, dalam upaya untuk terus menghidupi Pasirputih
             dan untuk menyiram pohon kepercayaan yang sudah kami tanam,



             Cerita dari Pasirputih
   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236