Page 230 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 230
komunitas-komunitas jaringan akumassa, termasuk komunitas-
komunitas yang ada di Lombok. Selanjutnya, kami mencoba 209
menerapkan satu-dua pola yang kami anggap baik untuk Pasirputih.
Namun ternyata, banyak kendala lain yang memaksa strategi
berorganisasi a la berbagai kolektif tersebut tidak berjalan sesuai
dengan apa yang kami harapkan. Belakangan, kami menyadari bahwa
setiap organisasi memiliki karakter persoalan sendiri, dan memiliki
Untuk dibaca bersama
cara tersendiri pula dalam menyelesaikan persoalan-persoalan
tersebut. Hal ini mengharuskan Pasirputih untuk membaca, mencari
strategi, dan memecahkan persoalannya secara mandiri.
Secara umum, persoalan yang dihadapi Pasirputih di tahun-tahun
pertama saya bagi ke dalam dua kategori: Persoalan internal dan
persoalan eksternal. Permasalahan struktural, finansial, keanggotaan,
dan program, masuk kategori yang pertama, sedangkan kategori
kedua bersifat lebih abstrak, seperti cibiran dari orang luar, gangguan
dari orang-orang yang belum mengenal lebih jauh tentang apa dan
bagaimana Pasirputih, desakan dari keluarga anggota Pasirputih
yang melihat keterlibatan sanak-keluarga mereka di Pasirputih tidak
memberikan dampak ekonomis yang signifikan, sulitnya membangun
kerja bersama pemangku kepentingan karena organisasi baru,
dan yang lebih ekstrem tapi mungkin juga cukup lumrah dalam
berorganisasi adalah anggapan gila atau sinting.
Sementara itu, hal-hal yang bersifat ruang, kantor, base camp atau
sekretariat, untuk kasus Pasirputih di tahun pertama belum menjadi
persoalan yang mendasar. Sebab, kami sendiri belum memiliki
bayangan tentang akan menjadi seperti apa Pasirputih di masa
yang akan datang, serta memang belum memiliki pemahaman yang
mendalam tentang bagaimana mengelola ruang. Yang kami tahu
adalah apa yang kami lakukan saat itu penting bagi masyarakat
Pemenang dan Lombok Utara. Sesuatu yang kami percaya belum
dilakukan sebagai metode melihat, menelaah, merespon persoalan
sosio-kultur masyarakat Pemenang dan Lombok Utara, dan paling
tidak akan sangat bermanfaat untuk diri kami dan keluarga kami.
Muhammad Sibawaihi

