Page 291 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 291
270 Adin: Waduh! Ya ini, loh! Hysteria, kan, setengah Pondok Pesantren.
Kok, ditarik iuran, di-unek-uneke anggotanya. Enggak sehat ini. Ya,
sama. Kita kalau dikalkulasi semua, dievaluasi, itu jadi tidak masuk
akal. Ini juga kritik, sih, sebetulnya. Kita itu, kan—ruang-ruang atau
kolektif-kolektif ini, kan—dibangun secara impulsif, toh, biasanya. Si
A bisa, aku juga bisa. Kira-kira begitu, lah! Tapi, tidak disadari, ada
model bisnis yang perlu dikembangkan. Jadi, berangkat dari ego,
Untuk dibaca bersama
biasanya, atau ada visi dan lain-lain gitu, lah! Nah, problemnya, ketika
kita mulai evaluasi semuanya, kemudian jadi tidak masuk akal. Usaha-
usaha untuk mengalir seperti sungai yang gembrojok itu, kan, bagian
dari menghibur hati, sebenarnya.
Anang: Eh, tapi sungai itu bisa mengalir deras ada caranya, apalagi
sampe bisa menimbulkan turbin—masukan listrik—itu ada caranya.
Adin: Cuma, kan, kadang perusahaan-perusahaan di tiap kota menjadi
spesifik. Apa yang dilakukan ruangrupa, misalnya—dengan funding,
dengan dukungan pemerintah, dengan segala macam itu—kan,
tidak serta merta bisa diadopsi di kota-kota kayak Cilacap, Cirebon,
Rembang. Jadi, menurutku, pilihannya jadi banyak. Kita mau ngapain
dulu, nih? Pilihannya, kalau lembaga ber-funding atau lembaga yang
sifatnya legit, ya memang harus dikonstruksi. Dan itu punya standar
operasional prosedur yang lebih rumit—teman-teman ruangrupa pasti
lebih ngerti. Tapi, banyak juga kelompok-kelompok yang basisnya
paguyuban, basisnya komunitas. Nah, pilihan-pilihan ini harusnya udah
dipikirkan baik-baik. Ada juga kelompok-kelompok yang, sebetulnya,
kayak perguruan pencak silat. Jadi kalau perguruan kan pencak silat,
tidak bisa kaya-kaya banget. Kecuali para pimpinannya kali, ya? Tapi,
dari akses, dia jadi dapat pekerjaan lain, lantas bisa berkontribusi
terhadap paguyuban pencak silat yang itu, misalnya. Kan, ada yang
begitu juga. Itu yang perlu disadari teman-teman. Ini juga biasanya
aku perkenalkan ketika kita masuk ke kota-kota yang lebih kecil;
kampung, misalnya. Kita selalu ngasih model-model, “oh, yang kayak
begini, harusnya begini; yang kayak begitu, harusnya begitu.” Hysteria
sebetulnya punya banyak aset, koneksi oke, tapi susah untuk di-
Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?

