Page 374 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 374
‘kolektif’ ini menjadi penanda perubahan baru yang terjadi selama
satu dekade ini. Penyerapannya dari kata Bahasa Inggris collective, 353
mengindikasikan kebutuhan kolektif seni di Indonesia hari ini untuk
memposisikan dirinya serta terlibat aktif dalam percaturan wacana
seni rupa kontemporer global.
Kolektif-kolektif yang tumbuh di Indonesia tentu akan menghadapi
Untuk dibaca bersama
berbagai tantangan yang lebih kompleks di masa depan. Mereka
tidak saja harus menyeimbangkan antara lokalitas dengan arus besar
internasionalisasi. Kolektif-kolektif seni di Indonesia juga harus
mengelola sumber daya di sekitarnya dengan membangun akar
yang lebih kuat di masyarakat, memikirkan ulang independensi di
tengah dunia yang semakin terhubung, serta menggeser paradigma
lama untuk berkompetisi sebagai sebuah undangan untuk memulai
percakapan secara sejajar.
Tantangan Masa Depan dan Munculnya Gerakan Bersama
Berbagai pergeseran model kerja kolektif seni di atas tentu akan
menghadapi berbagai tantangan dan kemungkinan di masa depan.
Secara internal, kolektif-kolektif seni ini akan diuji pada tataran
keberlanjutan praktik mereka, antara lain bagaimana mereka
menghidupi organisasi? Bagaimana mereka meneruskan gagasan
antargenerasi? Bagaimana perkembangan praktik artistik mereka di
masa depan? Sementara itu secara eksternal, berbagai kolektif seni
di Indonesia mungkin saja akan dihadapkan pada kemungkinan di
mana akademi-akademi seni mengadopsi pedagogi seni kolektif dalam
silabus pembelajaran mereka, pasar seni rupa yang akan terus mencari
cara untuk mengkomodifikasi dan memfosilisasi praktik kolektif
seni sebagai benda yang dapat ditawarkan dalam ruang lelang,
lembaga-lembaga donor memanfaatkan keberadaan kolektif seni
sebagai perantara untuk memuluskan program meraih keterlibatan
masyarakat, sementara itu masyarakat sendiri akan terus menjadi alat
kalibrasi atas urgensi keberadaan kolektif seni di tengah lingkungan
tempat tinggal mereka.
Tim Peneliti

