Page 371 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 371

350  ini setelah Reformasi 1998 dan percepatan akses informasi mengenai
             peluang sumber keberlangsungan.


             Dua pergeseran tersebut tampaknya akan membawa sebuah diskusi
             baru dalam perkembangan kolektif seni di Indonesia. Bagaimana
             setiap kolektif memahami kata ‘independensi,’ jika yang dibutuhkan
             hari ini justru kesadaran atas ketergantungan berlebih antar kolektif
               Untuk dibaca bersama
             untuk berbagi sumber daya dan inspirasi? Kesadaran tersebut
             dipicu oleh kenyataan bahwa kolektif seni memiliki posisi strategis
             dalam berbagai usaha demokratisasi gagasan dan ekspresi di
             masyarakat. Sehingga, membayangkan adanya sebuah jejaring yang
             menghubungkan antar kolektif seni yang ada diharapkan mampu
             mengamplifikasi kerja-kerja kebudayaan yang sudah dilakukan,
             selain juga memberikan landasan bagi kerja-kerja yang lebih besar di
             kemudian hari.

             Dalam membangun ekosistem yang saling tergantung tersebut, tentu
             diperlukan keterbukaan dan percakapan yang terus-menerus di antara
             kolektif seni dalam jejaring yang dimilikinya. Melalui percakapan
             semacam itu, berbagai nilai dikomunikasikan, berbagai kepentingan
             dinegosiasikan dan berbagai eksperimentasi diujicobakan.
             Membangun narasi melalui percakapan semacam ini juga sebetulnya
             menjadi sebuah tawaran di tengah menguatnya narasi berkompetisi
             antarkolektif yang selama ini terjadi. Naluri untuk berkompetisi
             ini dibentuk sepanjang waktu melalui berbagai mekanisme yang
             menekankan keterbatasan sumber daya di antara jumlah kolektif
             yang melimpah. Sehingga, dalam mengakses berbagai sumber daya
             (atau sebut saja donor dan pendanaan eksternal) yang terbatas
             tersebut diperlukan sebuah suasana kompetitif yang, disadari atau
             tidak, telah membenturkan satu kolektif dengan kolektif lain dalam
             sebuah pertarungan yang tidak mereka pahami. Dampaknya, terjadi
             pembelahan di antara kolektif-kolektif yang berada di pusat pusaran,
             yang mendapat perhatian lebih dari berbagai institusi dan lembaga
             pendanaan. Di sisi lain, tidak sedikit pula kolektif yang harus bertahan



             Penutup
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376