Page 373 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 373

352  penikmat seni dalam bingkai kerja-kerja kolektif seni—sebagaimana
             posisi produsen dan konsumen yang melebur menjadi prosumer
             dalam belantara digital; setiap orang mampu menjadi produsen dan
             konsumen sekaligus secara simultan.


             Salah satu dampak yang mungkin timbul dari pergeseran paradigma
             tersebut adalah fenomena mobilitas antarnegara, yang dalam
             berbagai biennale, triennale dan pameran lain berskala dunia ma
             sepuluh tahun belakangan kian mewarnai dinamika pertumbuhan
             kolektif seni di Indonesia. Selama ini, mobilitas tersebut dipahami
             sebagai imbas dari internasionalisasi yang terjadi dalam medan
               Untuk dibaca bersa
             seni rupa global setelah perang dingin berakhir. Keberadaan


             memungkinkan terjadinya mobilitas global pada kolektif-kolektif
             seni. Beberapa kolektif yang cukup kuat secara artistik dan mampu
             mengartikulasikan praktik mereka pada panggung internasional
             bahkan tampak menjadi sangat mencolok. Mereka diundang ke
             berbagai pameran oleh berbagai institusi. Namun sebuah kritik
             mengemuka: internasionalisasi semacam ini membawa kolektif pada
             situasi yang akan membuat mereka semakin menjauhi konteks lokal
             yang selama ini dihidupi. Akhirnya, kolektif-kolektif seni yang masuk
             dalam pusaran internasionalisasi ini hanya menjadi obyek dari medan
             seni dan pewacanaan yang lebih kokoh. Belakangan, kritik tersebut
             ternyata memunculkan bentuk lain, yaitu kolektif-kolektif seni yang
             bekerja dalam konteks lokalitas yang kuat dan memiliki potensi untuk
             menggunakan lokalitas sebagai bahasa yang sejajar dengan konteks
             lainnya di medan seni global.


             Hal lain yang berbeda dengan pembacaan FIXER pada tahun 2010
             dan sekarang adalah definisi akan entitas perkumpulan yang dipakai.
             Jika dulu FIXER menggunakan istilah ruang alternatif dan kelompok
             seni rupa kontemporer, FIXER kali ini menggunakan istilah “kolektif.”
             Penggunaan ini didasari dari perubahan penyebutan yang dilakukan
             banyak komunitas seni itu sendiri, baik dari penamaan mereka, hingga
             pewacanaan diri yang mereka angkat dalam diskusi publik. Istilah



             Penutup
   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378