Page 372 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 372
di atas kaki mereka sendiri: tanpa kerja sama dengan pemerintah
dan tanpa bantuan pendanaan eksternal. Kondisi ini menciptakan 351
ketimpangan, sehingga tidak jarang kolektif-kolektif yang lebih besar
memanfaatkan keberadaan kolektif-kolektif yang lebih kecil sebagai
perpanjangan tangan atas program-program mereka. Ketimpangan
semacam ini perlu diselesaikan untuk membangun iklim kolektif seni
di Indonesia yang lebih sehat, yang menempatkan setiap kolektif
Untuk dibaca bersama
dalam posisi sejajar sehingga terbentuk percakapan yang konstan dan
membalik arus kuasa yang selama ini bergerak dari atas ke bawah.
Posisi sejajar antarkolektif ini harus dilihat sebagai sebuah langkah
dan kesempatan untuk membangun kemandirian bersama. Tanpa
kemandirian dan kemerdekaan yang menjadi cita-cita bersama
tersebut, keberlanjutan hanya akan menjadi bayangan semu karena
untuk menyokong keberlanjutan tersebut selalu membutuhkan
dukungan dari luar—bukan hanya membangun daya tahan dari
dalam. Kebertahanan dari dalam semacam ini, selain diciptakan
melalui jejaring antarkolektif yang saling menguatkan, juga dapat
dicapai dengan cara memetakan berbagai sumber daya di sekeliling
tempat kolektif seni tersebut tumbuh. Melalui penelitian FIXER, dapat
dilihat berbagai contoh kolektif seni yang berdaya karena mampu
mengakar dengan lingkungan tempat mereka tumbuh. Tanpa harus
menunggu dukungan dari luar, kolektif-kolektif ini dapat bertahan
dengan mengandalkan sumber daya di sekeliling mereka. Paradigma
ini membalik posisi publik bagi kerja-kerja kreatif yang dilakukan oleh
kolektif. Jika sebelumnya publik hanya ditempatkan sebagai subyek
pasif, saat ini publik dilihat sebagai subyek aktif atau pendukung
utama bagi kerja-kerja kolektif seni. Pergeseran pemahaman ini lantas
membawa implikasi lainnya yaitu ketika kerja-kerja kolektif seni harus
selaras dengan konteks dan kebutuhan masyarakat di sekelilingnya,
sehingga mereka juga harus selalu berkembang mengikuti ritme dan
dinamika yang berkembang di dalam masyarakat. Pemahaman atas
kerja-kerja penciptaan seni pun mengalami perluasan; tidak lagi
dimungkinkan pemisahan yang begitu tajam antara pencipta dan
Tim Peneliti

