Page 84 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 84

Pada masa awal didirikan,
              Tikar Pandan memiliki                                           63
              kesadaran untuk
              meningkatkan literasi. Saya
              salut atas pikiran ini sebab
              perkembangan literasi di Aceh
              memang buruk sekali di sini,
               Untuk dibaca bersama
              apalagi pada masa itu. Dan,
              kalau dilihat-lihat lagi, ini
              juga masih menjadi pekerjaan
              rumah yang belum tuntas.
              “Kami memulainya dengan
              cerita, storytelling. Lebih
              khususnya teater. Waktu itu,
              media dibungkam. Tidak ada
              corong. Media sosial tidak ada,
              bahkan internet terbatas,” kata
              Yulfan. Pada saat saya masih
              SMP, di kampung kami kerap    Gambar 2. Sebuah arsip poster Malam
              mendengar suara tembakan.     Anugerah Sastra Dokarim, salah satu
                                            program Tikar Pandan.
              Kadang-kadang sewaktu jalan   Sumber: Muhammad Reza Rachmad.
              ke sekolah, kami tiba-tiba
              musti tiarap di jalanan berkerikil biar tidak disambar peluru nyasar.
              Pernah sekali waktu mau ambil rapor, ada bom meledak. Meski jauh,
              tanah yang kami pijak ikut bergetar.


              Saya yang tinggal di kampung memang tidak punya bayangan
              bagaimana keadaan di kota seperti Banda Aceh. Apakah keadaan di
              sana sama menegangkannya dengan keadaan di kampung? Nah, ada
              bagusnya juga ketika saya melakukan wawancara untuk tulisan ini
              karena ada sesuatu yang baru saya tahu. Ternyata anggapan saya
              selama ini bahwa seni tidak terlalu berperan dalam konflik di Aceh,
              keliru. Di Banda Aceh, sastra, terutama teater, berperan melalui
              kolektif seperti Tikar Pandan. Yulfan dan kawan-kawan kerap membuat
              pementasan yang harus melalui sensor ketat.

                                                                Putra Hidayatullah
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89