Page 94 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 94
yang mereka percaya secara rutin, melampaui aspek seni yang
simbolis atau representasional. 73
Lewat program juga, mereka setidaknya bisa menyisipkan olahan-
olahan keterampilan seni dari anggotanya, dari sesederhana membuat
tata artistik pergelaran, merancang publikasi dan bahasa komunikasi
kepada publik, melakukan performans, penyuntingan video, hingga
Untuk dibaca bersama
memamerkan karya dari anggota kolektifnya. Mengelola program seni
adalah keterampilan yang terus berkembang sejak munculnya kolektif
seni pada era pasca-reformasi sehingga, dapat dikatakan juga, seni
pemrograman kegiatan seni adalah praktik artistik khas kolektif.
1
Rasa penasaran kami selanjutnya adalah: Perspektif apa yang bisa
kita gunakan sebagai kacamata untuk membaca praktik artistik
kolektif-kolektif seni di Indonesia, ketika berbagai wacana tentang
seni pelibatan khalayak, atau seni keterhubungan dari luar Indonesia,
seringkali tidak pas diterapkan pada konteks berkehidupan kita ini?
Sebagai misal, seni keterhubungan (relational aesthetic) yang digagas
Nicolas Bourriaud, diungkapkan secara satir oleh persona daring
kritikus seni asal Amerika Serikat, Hennessy Youngman, dalam seri
vlog kritik seninya, ART THOUGTHZ.
“Ketika seseorang dengan gelar magister seni ingin bertemu
dengan orang-orang baru namun karena mereka menghabiskan
seluruh waktunya menyelesaikan S2, mereka tidak tahu
bagaimana berbicara dengan orang lain secara normal dan
memiliki kemampuan bersosialisasi yang sangat buruk,
mereka tidak punya cara lain untuk bertemu dengan orang-
orang baru selain memaksa orang-orang tersebut menghadiri
sejumlah kegiatan seni di acara pembukaan pameran mereka
yang sepi pengunjung. Estetika relasional adalah juga ketika
Istilah ini dimaksudkan sebagai tawaran untuk melihat kerja pemrograman kegiatan seni
1
oleh kolektif sebagai bentuk kesenian juga. Aspek manajerial, administratif, diplomasi, strategi
komunikasi, kuratorial, serta kreativitas dalam merancang program kegiatan seni kami anggap sebagai
praktik artistik.
Gesyada Siregar

