Page 129 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 129
108
Untuk dibaca bersama
Gambar 2. Semsar Siahaan (1952-2005)
membakar ludes semua karya gambarnya sendiri.
Lokasi: Aula Gedung Yayasan Pembina Kesenian (YPK), Bandung (1988).
Buku Seni Manubilis: Semsar Siahaan 1952-2005 (2017).
Babak berikutnya, atau yang disebut sebagai tahapan “terakhir”
oleh penulis esai, dinyatakan secara lebih lugas, yaitu terputusnya
“jembatan penghubung” atau “mata rantai” antara dua soal yang
diamatinya. Yakni keterputusan antara “pengamatan objek yang
teranggap sebagai sarana reflektif” dengan hadirnya kecenderungan
praktik seni rupa yang baru, yang telah “dipicu oleh semangat,
mula-mula, gerakan pembebasan ranah estetik, yakni dan mati dan
diperbaruinya lagi disfungsi-disfungsi simbolistis tatanan elemental
Kreativitas tanpa Nama: Aktivisme dan Kolektivisme

