Page 151 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 151

130











               Untuk dibaca bersama










                Gambar 7. Buku Unjuk Rasa (2018) dan Dampak Seni di Masyarakat (2018).

             Salah satu contoh menarik ditunjukkan oleh komunitas warga di
             Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, yang memiliki objek wisata
             terkenal, yakni Tiga Gili (Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan).
             Komunitas warga yang bersifat nirlaba ini dinamai Pasirputih,
             dibentuk pada 2009 dan berfokus pada pengembangan pengetahuan
             literasi media, seni, serta studi sosial budaya. Pengetahuan disebarkan
             melalui festival rakyat, pemutaran film, video, pertunjukan teater,
             performans, diskusi dan sebagainya. Aktivisme ini adalah upaya warga
             melakukan “serangan balik” atas pemberitaan media arus utama
             yang mengedepankan berita-berita politik di pusat dan hiburan yang
             tidak mendidik bagi masyarakat lokal. Muhammad Sibawaihi, dari
             Pasirputih menulis, “kerja-kerja yang sekarang disebut kolaboratif
             atau partisipatoris tidak perlu jauh-jauh dicari dalam gegap-gempita
             diskursus praktik seni kontemporer. Sebab bentuk-bentuk praktik ini
             sudah ada dalam berbagai kegiatan masyarakat Pemenang. (…) Alih-
             alih merujuk pada sejarah seni, kami lebih tertarik menautkan praktik
             kerja kami dengan sejarah budaya gotong royong yang ada di tengah
             masyarakat Pemenang.”
                                  38

             38  Muhammad Sibawaihi, “Pemenang; Warga Berdaya,” dalam Unjuk Rasa: Seni-Performativitas-Aktivisme
             (Jakarta: Yayasan Kelola dan Kedutaan Besar Denmark di Indonesia), hlm. 220, 222.
             Kreativitas tanpa Nama: Aktivisme dan Kolektivisme
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156