Page 148 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 148

Untuk dibaca bersama





















                  Gambar 6. Karya Narpati Awangga, “samsudin dan kereta api,” (2004).  127
                    Sumber: Katalog pameran ruangrupa’s 10th anniversary, Decompression #10: Expanding
                                      the Space and Public.

              Khalayak atau warga menjadi jembatan penghubung antara aktivisme
              paruh 80-an ke kecenderungan kolektivisme 2000-an. Akan tetapi,
              sementara aktivisme 80-an—ingatlah, misalnya, praktik “seni
              rupa penyadaran” yang terkenal itu—menampilkan suara individu
              seniman, inisiatif kolektif menggaungkan pergulatan identifikasi
              perihal masalah-masalah kewargaan dan ruang khalayak, seperti
              yang tergambar dalam kisah “samsudin” yang dibuat oomleo. Ketika
              aktivisme model 80-an menjadikan pameran atau ruang pamer sebagai
              semacam terminal bagi petualangan dan pencarian sang aktivis, ruang
              khalayak pada kolektif seniman adalah medan, sasaran, pelibatan,
              kemenangan dan kekalahannya.





                                                                 Hendro Wiyanto
   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153