Page 267 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 267

246  mereka start-up yang kemudian tidak punya aset fisik, sebetulnya.
             Tapi, (mereka) mengandalkan jejaring aset yang sudah ada. Nah, aku
             enggak tahu, sih—kalau dalam pikiran paling liarku—apakah hal itu
             juga bisa dimungkinkan dalam kerja kolektif di masa depan?


             Ajeng: Kalo menurut Bunga, gimana?

               Untuk dibaca bersama
             Bunga Siagian (Bunga): Menurut gue, ruang itu, kan, sebenarnya
             juga di mana kita mem- branding diri pada publik, gitu. Elu komunitas
             apa? Apakah kolektif seni, atau biro arsitek, kah? Nah, yang menarik
             itu sebenarnya perkembangan kolektif. Lima sampai sepuluh tahun
             terakhir, yang identitasnya, tuh, sebenernya sangat ambigu. “Ini biro
             arsitek, kok ngerjainnya gitu-gitu?” Label identitas di dalam ruang
             itu sendiri justru dihindari. Karena ketika dipekerjakan publik, itu
             menimbulkan sebuah jarak gitu. Jadi, kayak, “Oh, kolektif ini biasa
             bikinnya acara A, B, C, D. Berarti gue enggak bisa masuk ke situ.”
             Sekarang, tuh, muncul komunitas-komunitas yang sangat tergantung
             pada kebutuhan lokasinya sendiri: kadang mereka dibutuhkan sebagai
             A; kadang mereka dibutuhkan sebagai B; kadang bisa sebagai C, D.
             Makanya, sangat cair. Ya, mungkin itu kayak ada suatu shifting. Kolektif
             (mengalami) perubahan. Bagaimana kita mempersepsi lo itu, ya dari
             generasi sebelumnya. Gitu aja, sih.


             Ajeng: Oke. Tadi menarik, sih, poin dari Bunga. Kalau ada
             hubungannya dengan generasi sebelumnya, mungkin nanti bisa
             dibahas sesi selanjutnya. Nisa atau Ama mungkin mau menambahkan?
             Atau, Mas Rangga? Nisa, silakan!


             Hairun Nisa (Nisa): Oke! Untuk Sanggar Anak Akar, ruang fisik menjadi
             penting. Jadi, teman-teman, informasi saja, Sanggar Anak Akar itu,
             kan, organisasi pendidikan yang memang konsentrasi untuk anak-
             anak pinggiran. Anak-anak itu harus mempunyai ruang. Tapi, kita
             beberapa kali sempat diusir juga oleh warga sekitar karena pada saat
             itu sebagian anak-anak jalanan itu memang komunitas punk yang



             Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?
   262   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272