Page 271 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 271

250  selama satu minggu lebih. Akhirnya secara sadar kami ngumpulin
             teman-teman yang punya logistik, yang masih punya tabungan
             untuk ngebantu warga terdekat. Waktu itu, kami mikirnya, sebelum
             ngebantu orang, kita ngebantu keluarga masing-masing. Jadi, semua
             anggota kolektif, tuh, dikumpulin, terus (jika) mereka kekurangan
             beras, saling barter gitu. Akhirnya, secara tidak langsung warga sadar
             bahwa kolektif kami memang bagian dari kota ini.
               Untuk dibaca bersama

             Gesya: Jadi, turning point untuk bangun pemahaman, tuh, pada
             saat bencana terjadi, gitu, ya? Sebelum-sebelumnya apakah belum
             terbangun relasinya atau gimana, Ma?


             Ama: Kami, kan, tinggalnya, tuh, kayak di tengah kota banget, ya. Di
             samping panti asuhan. Dan, di situ ada kelompok-kelompok (garis)
             keras.  Pendekatan kami se-simple tetangga kita mau nikahan, nih,
             terus mereka butuh fotografer, ya udah anak-anak pada bantu.
             Anaknya tetangga depan mau bikin undangan, anak-anak pada
             ngebantu desain. Inget waktu itu, pas bencana, kan banyak anggota
             kami yang pulang kampung, terus waktu kembali kami dikirimi buah-
             buahan dari kampung gitu sama tetangga.


             Gesya: Thank you, Ama! Sudah berbagi cerita untuk membangun
             komunikasi sama tetangga, sama warga. Mungkin Mas Adin juga banyak
             project bareng warga, kayak Tengok Bustaman.  Mungkin juga bisa
                                                    3
             ceritain, ya; bagaimana strategi komunikasinya? Gimana tanggapan
             warga sekitar mengenai proyek-proyek seni Hysteria? Silakan, Mas Adin!


             Adin: Tapi itu bukan tetangga, lho! Kita sampai sekarang juga tidak
             baik gitu. Hahaha! Jadi, tidak apa-apa kalau misalnya tidak baik-baik
             amat jelasin ke tetangga. Kan, masih ada tetangga-tetangga jauh
             gitu. Sebenarnya, tergantung konteksnya mau apa, sih? Apa pun itu,
             menurut aku tergantung kebutuhannya. Kalau di sini, misalnya, di



             3  Proyek Tengok Bustaman merupakan proyek seni yang diselenggarakan oleh Hysteria di Kampung
             Bustaman, Purwodinatan, Semarang Utara. Pertama kali dilaksanakan di 2013 dalam rangkaian proyek
             dinamika pengetahuan perkotaan.
             Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?
   266   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276