Page 135 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 135
114
Untuk dibaca bersama
Gambar 4. Aksi Menolak Kenaikan Harga BBM oleh kolektif Taring Padi.
Lokasi: Yogyakarta (2003).
Sumber: Buku Taring Padi: Seni Membongkar Tirani (2011).
Maka, Taring Padi akan menganggap ruang khalayak adalah ruang
politik yang tidak mesti dilabeli sebagai “seni,” sedangkan Apotik
Komik akan menyebut ruang khalayak sebagai ruang seni yang tidak
mesti buru-buru diberi predikat sebagai “politik.” Para seniman Taring
Padi akan lebih menikmati aktivismenya di ruang khalayak untuk
membebaskan khalayak dari represi sosial politik atau hegemoni
budaya tertentu, sedangkan kelompok Apotik Komik akan menikmati
kebebasan seninya di ruang khalayak dari hegemoni “politik”
kelembagaan di dalam medan seni tertentu. Pilihan-pilihan ruang
khalayak bagi kedua kelompok itu tentunya akan ditentukan juga
oleh perbedaaan orientasi politik dan estetik keduanya, disadari
atau tidak. Bagi Taring Padi, aktivisme hanya mungkin lahir di ruang
Kreativitas tanpa Nama: Aktivisme dan Kolektivisme

