Page 283 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 283

262  untuk dibaca lebih kritis lagi. Mungkin ke Bunga kali, ya. Gue tertarik
             karena dia punya irisan tersendiri sama Jatiwangi art Factory, sama
             ruang-ruang yang lainnya dan akhirnya bisa membentuk ruang
             baru, misalnya, sama Ismail. Dan, bisa juga nanti pertanyaannya
             dialamatkan ke SIKU Ruang Terpadu. Karena, menariknya, mereka
             muncul dari berbagai kolektif yang (sudah ada) sebelumnya.
             Bagaimana (mereka) bisa memaknai regenerasi yang sebelum ini?
             gitu? Maksudnya, tidak ada sama sekali yang baru. Programnya ma
             Bunga: Oke! Ini juga pertanyaan gue, sih, tadi. Regenerasi, tuh,
             maksudnya gimana, sih? Apakah memang benar-benar new generation,
               Untuk dibaca bersa
             atau di satu kolektif ada wajah-wajah baru, tapi tetep ada patronnya


             mungkin baru, tapi  semangatnya tetap semangat  founder. Regenerasi
             ini sebenarnya menarik, sih. Bagaimana kita memandang tradisi
             penokohan? Makanya kita kayak takut banget gagal atau berusia
             pendek. Karena penokohan itu diakui atau didapatkan ketika kita
             mampu bernafas panjang, mampu ngejalanin program, endurance-nya
             lama. Nah, gue agak penasaran, sih, tradisi kayak gini berangkatnya
             dari mana? Karena kalau gue, daripada membaca keberhasilan sosok
             yang udah berhasil 15 atau 20 tahun, gue lebih tertarik membaca
             sebuah ekosistem yang melibatkan inisiatif-inisiatif atau praktik-
             praktik yang usianya pendek-pendek, tapi sebenernya dia jadi
             medium bertumbuhnya kolektif yang bisa bertahan 15 tahun ini.
             Itu, kan, sebenernya cara kita melihat sebuah generasi melahirkan
             apa, maksudnya ini, tuh, sebenernya sama kayak tulisannya Ronny
             Agustinus ketika dia menggugat Krisna Murti. Sebenarnya, kan, yang
             dia gugat bukan kepiawaiannya Krisna dalam membuat seni video,
             tapi ngomongin, ini lahir dari satu generasi, yaitu MTV, yang ngutak-
             ngatik dan DIY (do it yourself) dan segala macam. Itu, kan, sebenarnya,
             sedang melebarkan, bisa tidak, ya, kita ngebaca sesuatu yang disebut
             dengan generasi yang komplit, yang lengkap, ada konteks sosial,
             politik segala macam zaman. Instead of, misalnya, kita ngeliat generasi
             yang, katakanlah, keberhasilannya meneruskan kolektif ini bertahan
             selama 10 generasi, tapi sebenarnya semangatnya sama. Saya lebih
             tertarik ngeliat Generasi 90-an melahirkan apa? Generasi 2000-an

             Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288