Page 288 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 288
Anang: Aku pengen menanggapi yang organik itu tadi, sih.
Ajeng: Boleh, Mas Anang. Tapi, aku masih ada beberapa pertanyaan 267
lagi. Jadi, bisa lebih disingkat, ya.
Anang: Oke! Kalau dari sisi MES 56, kami saat ini melihat organik
itu sama: sesuatu yang absurd—tidak jelas—meskipun terlihat baik.
Untuk dibaca bersama
Karena, menurut kami, segala sesuatu harus dipetakan. Tidak mungkin
satu ruas jalan digunakan organik gitu; pasti ada hal yang secara
frekuensi cepat; ada hal yang secara frekuensi butuh pelan. Nah, itu
kami harus bisa memetakan itu. Dari situ kami jadi bisa tahu langkah-
langkah apa yang sekiranya tepat dilakukan masing-masing sektor.
Ajeng: Oke! Kalau kita ngebahas mengenai makna organiknya
sendiri, mungkin bisa dilihat dari beberapa sisi, ya. Mungkin di satu
sisi membuat sesuatu jadi hal yang chaotic. Padahal, maksudnya
supaya jadi tumbuh secara natural; berkembang terus. Dan mungkin,
menurut gue pribadi, untuk menumbuhkan sifat organik itu yang lebih
dibutuhkan adalah rasa percaya satu sama lain.
Berikutnya ngomongin soal—ini juga yang kami temukan saat ngobrol
dengan beberapa kolektif dan di sesi Nongkrong Online KolKom,
9
kalau tidak salah waktu itu pas obrolan bersama Pasirputih atau
sama Ruang MES 56—aku agak lupa waktu itu kita ngomongin
konteks pandemi dan bagaimana efek ke masing-masing kolektif.
Kita sadar bahwa ada atau tidak ada pandemi kita juga udah struggle
dan punya banyak tantangan. Dengan adanya pandemi, mungkin
lebih sulit. Terus, di beberapa formulir yang kami terima, itu hasil
surveinya rata-rata untuk pemasukan finansial masih dari usaha
mandiri atau model iuran dari masing-masing kolektif. Aku pengen
tanya lagi ke teman-teman di sini. Ketika kita ngomongin soal
ekonomi: kapan mulai menyadari bahwa ekonomi itu menjadi suatu
9 Sesi Nongkrong Online Kol-Kom (Kolektif-Komunitas) adalah forum online sementara yang dibentuk
sebagai respons dari situasi pandemi oleh FIXER di sela-sela proses riset berlangsung. Tujuannya,
untuk ruang berbagi dan memberikan informasi situasi terkini dari dampak pandemi pada tiap kolektif/
komunitas di masing-masing wilayah.
Ajeng Nurul Aini

