Page 279 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 279

258  kerjaan-kerjaan yang ngerekrut orang. Itu dilakukan. Tapi, kan,
             faktanya sering kali berjalan, sering kali juga tidak. Makanya,
             penekanan kepada upscaling atau tidak regenerasinya itu bukan
             karena apa-apa. Itu juga cara kita menghibur diri sebagai anggota
             kolektif yang menghidupi kolektifnya, dan fitting banyak hal dalam
             kehidupan. Jadi, kalau upscale, kan, kita meraih sebanyak mungkin
             untuk menambah tenaga kerja gitu. Itu yang menjadi concern kami.
               Untuk dibaca bersama
             Kalau pun, misalnya, kami punya jaringan di banyak kampung, itu kami
             kadang juga mengajak mereka masuk, tapi kadang juga membiarkan
             mereka organik aja bekerja dengan kami. Jadi, mekanisme untuk
             transfer pengetahuannya dibikin, tetapi tidak menjadi satu-satunya
             sumber frustasi kalau yang kita harapkan itu pada ilang.


             Ajeng: Ada yang mau melanjutkan atau menanggapi Adin juga boleh.

             Anang: Kalau di MES 56 sendiri, kan, kami Februari... Eh, sorry sorry...
             aku ambil charger dulu, deh! Skip dulu..


             Ajeng: Oke, Mas Anang! Mungkin yang lain mau berbagi juga soal
             regenerasi. Menarik, karena ada Nisa juga di sini. Nisa, tuh, bisa
             dibilang sebagai generasi kelima di Sanggar Anak Akar, ya? Gue
             ngeliatnya juga menarik banget, Sanggar Anak Akar ada yang lebih,
             ibaratnya, muda-muda lagi, tapi juga... Ya, mungkin Nisa bisa cerita
             lebih lanjut. Apakah ada kendala lainnya?

             Nisa: Sama, ya, generasi itu menjadi persoalan tersendiri. Dan susah,
             ya. Karena ini, kan, terkait komitmen kami kepada Sanggar. Kalau di
             Sanggar Akar sendiri, kan, targetnya anak-anak remaja yang tinggal (di
             Sanggar). Walaupun ada kemungkinan kalau kami ngeliat anak umur
             delapan-tujuh tahun (di jalanan) tetap kami bawa pulang. Kami tetap
             tinggal dengan mereka, gitu. Tapi, memang metode belajar, semuanya
             kami buat untuk remaja. Lalu, yang paling penting, membangun
             generasi itu sebetulnya ada masa-masa transisi. Artinya, ketika anak-
             anak Sanggar Akar itu tidak lagi menginjak usia anak, misalnya, 17
             sampai 18 tahun.  Ketika masa-masa transisi, kami kasih kesempatan

             Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?
   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284