Page 285 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 285
264 Rais: Untuk concern-nya sekarang kami masih berbaur gitu, lah. Kami
memiliki gap umur. Misalnya, teman-teman di sini yang paling tua umur
30-an. Terus, yang datang nongkrong ini paling muda ada yang 20-
an. Nah, ini gimana caranya kita bisa berdialog bersama. Yang terjadi
sekarang, ya dengan permainan yang tadi kita sempat obrolin. Gue,
misalnya, masih main game dengan anak-anak 2000-an. Nah, di situ
kami bisa berdialog dan tidak membuat jarak. Mereka bisa ngobrol apa
Untuk dibaca bersama
aja dengan kami. Misalnya, sewaktu-waktu kesempatan atau keharusan
untuk regenerasi, akhirnya jadi tidak terlalu sulit karena kami udah
membangun dialog sebelumnya. Gimana, Ra? Mau dilanjutkan?
Rahmat: Nambahin Rais sedikit. Karena ada beberapa komunitas—di
sini ada lima (komunitas)—fokus utamanya, paling umum, paling
mendasar, adalah berbagi sumber daya. Maksudnya, meskipun secara
individu dia masuk ke salah satu komunitas, dia ini bisa berbaur kalau,
misalnya, ada program-program yang dijalankan satu komunitas
di sini. Misalnya, film atau diskusi, atau riset di Sulawesi Selatan.
Ada beberapa hal semacam hal-hal administrasi atau yang bersifat
mekanis. (Mereka) akan diajak, dan ngobrol-nya lewat situ. Dari situ,
kami identifikasi, misalnya, dia ngajak teman-teman lainnya bergerak
bersama secara umum dan—seperti yang dibilang Rais—main game.
Di sini itu sangat, ya waktu luangnya paling banyak main game, main
Mobile Legend atau main PUBG (Player Unknown Battle Ground). Nah,
dari situ teman yang ini ngajak teman-teman yang lain. Se-simple
menyediakan tempat main game online. Nah, dari situ pertanyaan
simple mulai diajukan, “sukanya apaan, nih?” Jadi, mengenalkan,
mengajak atau nongkrong dengan cara seperti itu. Karena ada warung
kopi juga, kan, di sini, jadi (saat) tidak main game kita bisa ajak
ngobrol dari temannya teman.
Rais: Di posisi sekarang ini, kami lebih banyak menyerap pengalaman
dari teman-teman. Kami bersyukur banget bisa terlibat di sini karena
bisa dengar ceritanya MES, dengar ceritanya Sanggar Anak Akar dan
mempelajari strategi keberlangsungan teman-teman. Dan, ada poin-
poin yang kami bisa adopsi dari sini. Itu semua kami coba terapkan
Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?

