Page 290 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 290
Jumlah Anggota 269
Untuk dibaca bersama
Hampir semua kolektif dan kelompok seni di Indonesia terbentuk dari
jaringan pertemanan dan hubungan informal. Tidak ada batasan yang
jelas untuk mendefinisikan keanggotaan dari setiap kolektif maupun
kelompok seni. Sebagian besar menulis jumlah anggota mereka
berkisar antara dua sampai 20 orang. Sementara, terdapat beberapa
kolektif yang menuliskan jumlah anggota mereka lebih dari 31 orang.
Misalnya, Jatiwangi art Factory, yang beranggotakan 31 orang dan
Gudskul Ekosistem, yang beranggotakan 30 orang. Meski jika dilihat
pada keseharian mereka, jumlah ini terasa kecil karena jejaring sosial
mereka yang cukup besar juga melibatkan lingkaran sosial yang
lebih besar dalam berbagai kegiatan mereka. Sementara itu, Rakarsa
mencatat jumlah anggota koperasi mereka sebanyak 52 orang dan Kelas
Pagi Papua menyebut jumlah anggota mereka sebanyak 100 orang lebih.
Namun, apakah yang mengikat keanggotaan mereka? Apakah setiap
anggota dapat memberikan kontribusi terhadap kolektif? Beberapa
kolektif, kelompok seni dan ruang alternatif seperti Komunitas Taboo,
Sinau Art, Rumah Sanur, Rumah Budaya Sikukeluang, Kampung Segart
dan Jendela Ide menilai setiap relawan yang pernah terlibat dalam
kegiatan mereka sebagai “anggota kolektif.” Maka, dapat dipahami
bahwa keanggotaan kolektif di Indonesia memiliki karakter yang cair,
“anggota kolektif” dapat datang dan pergi sepanjang waktu, tanpa ada
formalitas yang mengikat hubungan mereka.
Ajeng Nurul Aini

