Page 200 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 200

Hubungan kerja sama antara kolektif dan komunitas seni dengan
              pemerintah seperti yang dilakukan oleh Ketjilbergerak dan Pasirputih   179
              adalah sebuah gejala yang relatif baru. Bisa jadi, ini adalah sebuah
              langkah maju ketika negara mulai mengakomodir kerja-kerja
              kesenian yang dilakukan oleh kolektif seni karena menganggap
              apa yang mereka lakukan memiliki dampak sosial bagi masyarakat.
              Bahkan, dalam perkembangannya, hubungan tersebut menjadi
               Untuk dibaca bersama
              lebih kompleks. Anggota dan jejaring dua kolektif di atas bahkan
              turut berperan dalam penyusunan kebijakan dan program desa.
              Posisi tawar ini menjadi penting, karena kemudian dua kolektif ini
              tidak hanya mengakses sumber pendanaan, namun juga ikut andil
              dalam perencanaan pembangunan desa. Kerja-kerja seni partisipatif
              yang biasa mereka lakukan pun lantas diperluas menjadi estetika
              institusional. Meski demikian, perhatian dan kesempatan dari
              negara semacam ini belumlah merata.  Masih banyak kolektif seni di
                                              24
              Indonesia yang mengandalkan pendanaan mandiri dan jejaring sosial
              sebagai modal untuk menjalankan berbagai kegiatan.


              Ruang tumbuh kolektif seni yang sebelumnya banyak ditemukan di
              wilayah perkotaan dan saat ini mulai bergerak ke wilayah kota-kota
              kecil dan perdesaan tampaknya juga memberikan pergeseran karakter
              artistik dan organisasional pada kolektif seni di Indonesia. Menarik
              jika memperbandingkan bagaimana kedua tipologi kolektif seni
              ini—kolektif seni berbasis perkotaan dengan kolektif seni berbasis
              perdesaan—menggunakan dan mengelola ruang. Bagi kolektif seni
              yang tumbuh di wilayah perkotaan, biasanya mereka mengakuisisi
              ruang dengan cara menyewa rumah. Fungsi setiap ruang yang ada
              di dalam rumah tersebut kemudian diubah dan disesuaikan dengan
              kebutuhan setiap kolektif. Ruang tamu, yang terletak di bagian
              terdepan rumah, biasanya disulap menjadi ruang publik tempat
              mereka mengadakan eksibisi, pemutaran film, atau diskusi kecil.
              Sementara kamar-kamar yang terletak lebih jauh ke dalam digunakan
              sebagai ruangan kerja, perpustakaan mini, atau bahkan kamar tidur.


              24  Bandingkan dengan hasil survei FIXER pada infografis di hlm. 34-35

                                                                  Ayos Purwoaji
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205