Page 199 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 199
178 Utara, pada 2010. Sejak awal berdiri, orientasi kerja Pasirputih
adalah orientasi kerja masyarakat, sehingga berbagai kegiatan dan
program yang dijalankan sesuai dengan potensi lokal yang ada di
sekelilingnya. Salah satu program untuk menerjemahkan visi tersebut
adalah Sekolah Mendea, yaitu sekolah informal bagi anak-anak muda
yang mengajarkan budaya pertanian berdasar narasi dan memori
warga. Bagi Pasirputih sendiri, Sekolah Mendea merupakan wadah
Untuk dibaca bersama
aktivisme seni dengan pendekatan agrikultur. Sekolah Mendea sendiri
merupakan kelanjutan dari program Aksara Tani, yang sudah mereka
kerjakan sejak 2017.
Berbagai inisiatif dari desa ini muncul hampir bersamaan
dengan terbitnya Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Tahun 2015-2019, yang berulang kali menyebut frasa
pembangunan kebudayaan “dari pinggiran dengan memperkuat
daerah-daerah dan desa.” Hanya saja, jargon megah tersebut
22
tidak mendapat penjelasan dan petunjuk teknis yang memadai.
Dengan cara apa pembangunan kebudayaan dari pinggiran itu akan
dilakukan? Dengan luasnya wilayah Indonesia, wilayah pinggiran
dan perdesaan manakah yang diprioritaskan? Bagaimana rencana
tersebut mengakomodir inisiatif pembangunan kebudayaan yang
tumbuh dari warga? Semua pertanyaan itu tidak pernah terjawab
hingga penerbitan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 yang kehilangan segala jargon
megah tadi. Tidak ada lagi cita-cita pembangunan kebudayaan
23
dari pinggiran. Sebagai gantinya, desa diposisikan sebagai unit
pelaksana dalam mengalokasikan Dana Desa untuk keperluan
kegiatan-kegiatan budaya. Posisi desa kemudian tidak dilihat
sebagai sebuah organ yang mandiri dan otonom, melainkan hanya
sebagai agensi bagi pemerintah pusat dalam mendistribusikan
anggaran belanja negara.
22 Dokumen Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015-2019, (Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2015) hlm. 71.
23 Dokumen Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020-2024, (Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).
Menggaru Tanah, Menyebar Benih: Sebaran Geografis Kolektif Seni di Indonesia 2010–2020

