Page 274 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 274
untuk datang, mengenali dan mempelajari apa yang kami lakukan.
Akhirnya begitu. 253
Gesya: Thank you, Agen SIKU! Sekarang Sikukeluang. Kan, praktik-
praktik Sikukeluang banyak bekerja sama dengan masyarakat.
Kemudian, mengolah alam yang dipunyainya sebagai bagian dari
karya. Mungkin bisa ceritain singkat. Bagaimana mengajak sebagian
Untuk dibaca bersama
masyarakat atau tetangga sekitar untuk terlibat di dalam praktik artistik
Sikukeluang. Mungkin bisa (diceritain) singkat gitu. Ade atau Kang Heri,
mungkin? Karena ada Dinas Kerimba. Dan juga beberapa produk sama
4
Lab Kiblat, mungkin bisa share singkat tentang strategi itu?
5
Heri: Kalau di Sikukeluang, kebetulan tempat kami bukan di
permukiman padat. Tapi, di jalan yang besar. Jadi, tetangga itu hanya
kiri, kanan, belakang sama depan. Dan, jaraknya juga dipisahkan
(bidang) tanah yang lebar-lebar. Jadi, tidak serumit bertetangga, lah.
Cuma, biasanya seperti kata Adin tadi ya, biasa sih tetangga rese itu,
rese-nya kalau udah acara musik-musikan. Apalagi Ade musiknya noise.
Jadi, (kami) pernah didatangi tetangga sebelah karena sampe jam
12 malem masih noise-noise-an gitu. Tapi, ditegur baik-baik saja oleh
tetangga. Tidak sampai menggunakan kekerasan atau ngomong-nya
nyakitin. Cuma diingetin aja, ini udah malem, mbok dikecilkan. Gitu, sih.
Gesya: Kalau, misalnya, sama masyarakat luas gitu, Bang Heri?
Heri: Kegiatan kami memang banyak di masyarakat, ya. Hanya,
pendekatannya ya, seperti itu tadi. Karena mungkin kami seniman,
jadi modal gitar, nongkrong, nyanyi bareng, kemudian gaplean, semua
itu udah bisa diterima di masyarakat. Karena (penampilan sehari-hari)
kami, kan, tidak formal. Biasa (pakai) celana pendek, terus tidur kadang-
kadang sembarangan. Terus, biasanya, teman-teman, kalau kami di desa
Dinas Kerimba adalah program wisata berbayar yang diinisiasi oleh Rumah Budaya Sikukeluang.
4
Sebanyak dua atau empat peserta berwisata ke kawasan Rimbang Baling sambil mengerjakan tugas
khusus seperti: membersihkan area lab kiblat, merawat tanaman kopi, membuat tempat pemandian, dll.
5 Lab Kiblat merupakan laboratorium terbuka untuk seniman, peneliti dan warga untuk meramu
hasil explorasi alam maupun masyarakat adat yang ada di rimbang baling melalui residensi seniman,
penelitian, lokakarya, pertunjukan dan pameran.
Ajeng Nurul Aini

