Page 277 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 277

256  umum atau 17 Agustusan. Kami juga sering memprioritaskan warga
             setempat untuk diajak membuat sesuatu, yang bisa jadi output-
             nya nanti dipamerkan di MES 56. Selain itu, yang cukup regular
             itu adalah pemutaran film. Dalam hal ini, Café Society. Jadi, kalau
             di MES sendiri kan, ada bioskop reguler yang dikelola oleh tiga
             kelompok, yaitu MES 56, Festival Film Dokumenter sama Bakudapan
             Food Study Group. Kami mengelola bioskop, namanya Café Society,
               Untuk dibaca bersama
             yang seharusnya—sebelum pandemi itu—rutin setiap hari Selasa
             memutar film dan membuka dapur untuk kemudian ada teman-
             teman yang jualan masakan di dapur itu. Nah, Café Society sendiri
             punya dua platform. Model pertama yang ada di MES. Kami men-
             setting satu ruangan untuk bioskop. Nah, model yang lain adalah Café
             Society Extra, yang memang kemudian tidak melulu di dalam MES.
             Seringnya diselenggarakan di kampung-kampung sekitar MES, dengan
             kepanitiaan yang melibatkan anak-anak muda di sekitar kampung itu.
             Kadang di lapangan badminton atau di halaman rumah siapa. Jadi
             kayak layar tancap gitu. Itu cukup sering. Filmnya juga kadang-kadang
             warga meminta film yang bertemakan ini, ini, ini. Terus, kita coba
             carikan film-film yang diproduksi di Jogja atau sekitarnya. Selebihnya,
             standar aja. Kalau, misalnya, ada beberapa pemberitahuan seperti ada
             rapat RT/RW, itu memang udah menjadi kewajiban MES untuk terlibat
             dalam hal-hal yang sifatnya kayak gitu.


             Ajeng: Trims, Mas Anang! Bunga mau ada tambahan?

             Bunga: Ini terkait sama yang tadi gue sampein soal ruang, ya.
             Persoalan ruang dan identitas yang sekarang gue kerjain sama Ismal
             (JaF) itu justru gue hindari karena itu terkait dengan bagaimana warga
             berkomunikasi sama kami. Jadi, bukan kami saja yang berkomunikasi
             sama mereka, tapi bagaimana mereka berkomunikasi sama kami.
             Karena posisinya cair gitu; yang bisa ke sini bisa ke situ. Jadi, jelas,
             kalau gue sama Ismal tidak punya masalah, katakanlah, sama
             tetangga, terus kemudian punya selisih paham atau segala macem.
             Karena memang programnya tidak terpusat di kami. Itu bisa dilakukan
             di mana saja. Itu salah satu strategi kami, sih, untuk menghindari

             Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?
   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282